Rabu, 14 Januari 2015

Budaya dalam eksistensi remaja ditengah-tengah globalisasi
Pemandangan yang sangat menakjubkan dalam kehidupan remaja saat ini adalah teknologi, dengan teknologi apapun terasa lebih mudah. Bahkan dari hal yang rumit hingga hal yang ringan pun terasa dapat teratasi dengan cepat. Memang betul, kita sebagai masyarakat dunia yang sedang hidup ditengah-tengah modernisasi globalisasi tak pantas rasanya jika ketinggalah dengan teknologi. Tapi pada kenyataannya saat ini, teknologi itu malahan disalah gunakan oleh para remaja, seperti internet, yang seharusnya menjadi media akses untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan dan informasi malahan mereka gunakan untuk mengakses video blue film atau foto-foto yang tak senonoh. Ini menjadi suatu fenomena yang sudah biasa dikalangan remaja, walaupun hanya sebagian kecil saja yang masih menyadari bahwa itu tidaklah benar.
Jika kita kaitkan dengan budaya, sangat banyak hal yang dapat kita cermati dan bahas dari permasalahan tersebut. Teknologi dan globalisasilah yang menjadi factor utama bergesernya kesadaran remaja khususnya di denpasar dalam melestarikan budaya bali. Semakin cepatnya akses informasi yang tidak tersaring oleh nilai-nilai pancasila sebagai dasar Negara meyebabkan informasi itu begitu saja masuk dan menarik perhatian kalangan remaja kita. Pergeseran budaya ini tambah menjadi-jadi, seiring dengan pembangunan fasilitas modern dimasyarakat, yang menyebabkan remaja semakin melupakan dan meninggalkan budaya mereka. Tidaklah anda lihat, pakaian ber-merk, tempat dan barang elite dan mewah, dan peralatan canggih. Semua itu seakan adalah kebutuhan pokok bagi remaja masa kini.
Gaya hidup konsumerisme, tidak lepas dari pergaulan remaja yang menjadikan uang memperalat mereka. Semua itu membuat mereka lupa akan apa yang menjadi tanggung jawab mereka, mereka lupa akan apa yang harus mereka jaga, bahkan ada yang merendahkan budayanya sendiri. Seperti contoh, daripada remaja di denpasar mendengarkan lagu-lagu bali atau belajar memainkan gambelan, mereka lebih memilih mendengarkan lagu-lagu barat dan belajar bermain gitar atau keyboard. Menurut pandangan mereka hal itu lebih keren dan menarik untuk dipelajari. Memang benar hal tersebut sangat menarik, tapi setidaknya dalam menjadi seorang remaja bali, mereka harus merasa bahwa mereka memiliki kewajiban untuk melestarikan hal tersebut.
Banyak fenomena yang semakin menjadi-jadi dikalangan remaja saat ini, mungkin bagi orang-orang yang tidak pernah mencermatinya, mereka akan berfikir bahwa remaja sekarang adalah remaja yang cerdas karena dekat dengan teknologi. Tapi pada kenyataannya, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang dengan iman rendah dan merendehkan budayanya sendiri, seperti mereka melakukan prostitusi, freesex, drugs, dan menganggap bahwa budaya adalah hal yang kuno, bahkan ada dari mereka yang mengatakan budaya bali seperti bahasa bali itu membosankan dan tidak menarik. Kebanyakan, nilai bahasa inggris atau bahasa jepang mereka lebih tinggi dari  nilai bahasa bali mereka. Ini adalah parameter yang dapat menyimpulkan bahwa mereka lebih menggemari budaya luar dibandingkan budaya mereka sendiri.
Sebagai seorang remaja hendaknya kita sadar akan jati diri kita sebagai generasi penerus yang wajib melestarikan budaya local daerah kita, maka dari itu dengan semakin berkembangnya globalisasi ini, kita manfaatkan hal tersebut sebagai pendukung dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya kita kepada dunia.
 
 http://becreativeguys.blogspot.com/2013/04/artikel-remaja-dan-globalisasi.html
GAYA HIDUP REMAJA DI ZAMAN SEKARANG
 
Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat di sekitarnya dan bagaimana cara orang tersebut hidup.

Sebagian besar  remaja zaman sekarang itu menyalahgunakan gaya hidupnya. Apalagi remaja-remaja yang tinggal di kota metropolitan. Sebagian besar, mereka lebih mengikuti trend mode di masa kini, seperti contohnya berpakaian seperti orang-orang luar negeri dan bergaya ke barat-baratan. Remaja zaman kini itu selalu dikaitkan dengan zaman dan teknologi. Banyak di sekitar kita wanita yang memakai celana pendek di depan umum yang diajarkan dalam ajaran Islam yaitu harus menutup aurat kecuali telapak tangan dan muka bagi seorang wanita yang beragama Islam. Yang lebih menyedihkan lagi, rata-rata banyak di stasiun televisi yang menghadirkan iklan dengan model-model wanita. Rata-rata dari ujung kepala sampai ujung kaki tubuh wanita hampir ada semua di setiap iklan-iklan di televisi. Seperti contoh bagian rambut yang dipakai untuk iklan shampoo, bagian tangan dan kaki yang dipakai untuk iklan hand and body lotion, dan baju serta busana-busana trend masa kini, dll. Otomatis semua yang menonton televisi di seluruh Indonesia akan menjadi mengikuti trend mode yang sudah di iklankan di televisi. Dan bukan hanya orang-orang di kota metropolitan saja yang mengikuti trend mode zaman sekarang bahkan di perkampungan dan perdesaan pun banyak yang mengikutinya selama mereka menanggapi hal itu dengan negatif.

Yang kita tahu bahwa trend mode yang ada di luar negeri itu menyimpang moral. Sedangkan negara Indonesia itu terkenal dengan kesopanan dan budi luhurnya. Kalau kita menanggapi hal ini dengan negatif maka akan berdampak negatif juga untuk penerus kita selanjutnya.

Contoh lainnya yang dilakukan orang barat seperti bermabuk-mabukan, rokok, narkoba. Banyaknya remaja terutama kaum adam di zaman sekarang yang sudah mengenal minum-minuman keras, rokok, bahkan narkoba. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini salah satu contoh yang salah atau tidak baik, karena kalau mereka mengkonsumsi barang-barang haram tersebut bisa merusak kesehatan mereka, apalagi mereka dalam tahap perkembangan, terutama bagi pengguna narkoba, dampak negatif menggunakan narkoba adalah dapat mengalami gangguan syaraf pada otak yang tidak berjalan sempurna, dapat mengalami gangguan mental.

Untuk itu, di zaman yang serba ada atau modern ini, mari kita sebagai penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa Indonesia terutama dalam budayanya karena negara Indonesia yang terkenal akan kayanya kebudayaan. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, hindari pergaulan bebas, hindari narkoba. Pilihlah teman yang dapat membuat anda cerdas dan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Boleh kita mengikuti gaya ke barat-baratan asalkan itu mengandung nilai yang positif.

 http://tifannyellies.blogspot.com/2012/03/artikel-gue-gaya-hidup-remaja-di-zaman.html
Giska Ananda, Remaja dengan Segudang Prestasi
 (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/08/06/44317/giska-ananda-remaja-dengan-segudang-prestasi/#.VLcg-C7dXIU)
 
 
Giska Ananda Pratama
MedanBisnis - Medan. Giska Ananda Pratama (15) gadis kelahiran Medan, 11 Juli -1997 yang memiliki segudang prestasi di dunia otomotif khusus balap kereta matic. Yang memang menjadi hobinya, naluri kewanitaan tetap ia miliki. Salah satunya tak mau berlama-lama di bawah terik matahari karena takut akan menggelapkan kulitnya.
Anak dari Sri Minawati Barus dan Abdul Harun Halim, saat ini menduduki bangku kelas XI SMA di SMA Swasta Raksana. Dan baru-baru ini menerima Award Atlet Wanita 2013 dalam Anugerah Otomotif II yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) beberapa waktu lalu.

"Sejak umur 9 tahun udah mulai mencoba-coba, tepatnya kelas 6 SD. Yang ngajarin sih waktu itu gak ada, namun waktu itu suka diajakin sama papa untuk nonton balap. Dan lama kelamaan jadi tertarik bahkan ditawarin papa mau gak ikut kayak gitu. Dan karena aku memang mau belajar lama-lama jadi suka balap juga. Apalagi papa waktu itu ikut outomatic club dan ada salah satu temannya pembalab juga dan diajarin olehnya," ucap gadis yang disapa Icha tersebut, Senin (5/8)
Lanjut Icha, tentu banyak kejadian yang dialami mulai dari jatuh dari kereta atau lainnya. Tak mematahkan semangatnya dalam menggapai serius olah raga yang sering di cintai kaum pria ini. "Makanya aku harus hati-hati. Terus kalau untuk perawatan tubuh gak ada ya, jadi biasa aja. Bahkan untuk tatanan rambut juga gak ada mau yang terlalu gimana gitu," ujar gadis yang mengenakan kerudung dan berbehel ini tersenyum kecil.

Untuk itu, sambungnya kalau mau latihan aja baru keluarkan kereta untuk latihan balapnya. Icha mengaku juga memiliki kereta matic sendiri dan ada juga kereta dari teamnya. "Kan keretanya diletakin di bengkel. Tapi pas aku mau main dikeluarin keretanya. Itu pun liat-liat eventnya kadang ada event yang seminggu sekali atau dua minggu sekali," tuturnya yang pernah menjuarai di luar Sumut yakni the master of matic race juara 1 di Sirkuit Karting Sentul Bogor dan juara 4 the master of matic race di Sirkuit Gery Mang Subang.

Saat ditanyai mengenai penerimaan Award Atlet Wanita 2013 dalam Anugerah Otomotif II. Icha mengaku senang, dan dikatakannya bahwa bukan pembalap saja yang dapat karena itu temanya reaching star. "Jadi yang dapat penghargaan itu pembalap-pembalap muda yang berprestasi tentunya dan masih tergolong muda. Dan menjadi kebanggan tersendiri untuk aku, karena hanya satu-satunya cewek sendiri yang menerima penghargaan itu," ujar gadis yang ingin bercita-cita jadi Polwan tersebut.
   

Artikel Remaja Islam

POSTED ON JANUARY, 15 2015


ISLAM DAN DUNIA REMAJA
Islam dan Dunia Remaja. Sebenarnya apa sih hubungan islam dan dunia remaja itu? Memang ada hubunganya ya? Sebelum kita membahas itu, bagaimana sih remaja di mata Islam itu dan Islam di mata remaja itu sendiri?
 Remaja di mata Islam sudah seperti tonggak kesuksesanya, hal ini dikarenakan remaja adalah generasi penerus Islam. Jika generasi remajanya bagus dan bisa mengamalkan Islam dengan baik, maka Islam juga akan semakin tangguh. Akan tetapi bila remajanya sudah menyalahi aturan  yang telah disyari’atkan oleh Islam, dan akhlaqnya telah rusak, maka Islam juga akan mudah sekali runtuh dan tidak memiliki kekuatan. Islam di mata remaja hendaknya dijadikan panutan dan tuntunan dalam menjalani hidup, karena apabila remaja menjalankan syari’at Islam dengan sebagaimana mestinya, maka muncullah generasi muda penerus perjuangan Islam yang handal dan Insyaallah diridhoi oleh Allah.
Islam dan dunia remaja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Islam telah mengatur segala perilaku, etika pergaulan, adab berpakaian, serta adab-adab remaja dalam Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah. Namun di zaman ini banyak kita temui remaja yang mengalami krisis moral. Beragama Islam namun akhlaqnya tidak mencerminkan Islam sama sekali, Na’udzubillah. Mereka mengaku Islam, bahkan KTPnya pun Islam namun berkelakuan berandal, kriminal, judi, pergaulan bebas, dll. Oleh karena itu Islam mengatur kehidupan remaja agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan.
Berbanggalah menjadi remaja Islam jangan malah minder dengan agama kita sendiri, atau malah takut dibilang gak gaul dan nggak modern. Itu salahnya sangat besar. Yuk, kita interospeksi diri, evaluasi diri, dan tentu saja segera sadar kalo kita udah salah jalan. Balik arah kembali kepada Islam yang emang menjadi agama kita. Jangan sampe deh kamu ngakunya muslim tetapi banyak dari ajaran Islam malah kamu nggak lakuin. Ngakunya muslim tetapi kamu malah minder dengan status muslimmu. Kita bisa kok menjadi seorang remaja yang gaul tapi tetap syar’i. Remaja yang gaul itu bukan berarti remaja yang bisa nangkring di atas motor matic, rambut dibiarkan terjepit kucir acak acakan, baju serabutan, nabrak warna dan bahan, anting gede banget, mirip sama sekrup toko bangunan, trus belum lagi niru gaya hidup orang barat yang sangat bebas tanpa aturan, gaul juga bukan juga diukur dari segi penampilan, karena Rasulullah sendiri mengajarkan kita untuk hidup secara sederhana, akan tetapi remaja Islam yang gaul itu adalah remaja yang dapat sukses dunia akhirat. Senengkan kalau dunia sukses, dan akhiratpun sukses. Meskipun masih remaja kita harus bisa menjaga perilaku kita dan menghindari perbuatan yang dapat menjerumuskan kedalam kemaksiatan serta banyak mendekatkan diri kepada Allah.
Hendaklah waktu remaja kita digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti mencari ilmu, banyak menghafal surah Al-Qur’an, banyak beribadah, dll. Pokoknya jadilah remaja yang produktif, yang berprestasi tidak hanya berprestasi di bidang akademis saja, namun dapat berprestasi dibidang akhlaq, berbaktilah kepada orang tuamu karena itu adalah kunci kesuksesan kita. Jangan gunakan waktu muda kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu saja. Saat ini banyak kita temui remaja yang memiliki ‘penyakit’ Galau (Hayoo.. siapa yang suka Galau,,), bersedih hati, bermurung-murung ria entah mungkin karena putus cinta ataupun karena ditolak sama orang yang dicintainya terus gag punya semangat lagi dan lebih seneng menyendiri, dan sedih terus-terusan. Bro, sist,  sebenarnya kita tidak perlu bergalau-galau dan terus-terusan bersedih, lagipula kamu harusnya bersyukur karena dengan putus cinta atau ditolak, kamu bisa lebih intropeksi diri, karena dengan begitu, kamu tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan yang dilarang oleh Allah seperti pacaran. Sob, pacaran dalam Islam itu sebenarnya tidak diperbolehkan, karena itu mendekati zina. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).
Ibnu Katsir berkata mengenai ayat di atas, “Dalam ayat ini Allah melarang hamba-Nya dari zina dan dari hal-hal yang mendekati zina, yaitu segala hal yang menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada zina.”
Sehingga pacaran itu tidak boleh dalam Islam karena mendekati zina. Terus belum lagi pacaran itu butuh materi sehingga bikin kantong kering,  Lagipula pacaran dapat mengganggu konsentrasi belajar kita kok! Percaya deh, lebih banyak madharatnya dibandingkan manfaatnya.
Sob, sebenarnya jika kita ingin mencari cinta sejati, cinta yang paling sejati adalah Allah SWT. Allah mencintai kita apabila kita juga mencintai-Nya. Allah selalu melindungi kita dan selalu membantu kita dalam kesulitan. Maka, ayo perbagus imanmu agar senantiasa bisa memfilter berbagai ide yang bertentangan dan bahkan menentang Islam. Iman kepada Allah SWT. insyaallah akan memberikan ketahanan kita terhadap hal-hal yang bisa merusak akidah, juga dengan iman yang kuat akan bisa membentengi diri dari hal yang melanggar syariat Islam. Janganlah selalu bersedih hati. Mumpung masih muda, galilah potensi dirimu, kembangkan bakatmu, perbanyaklah bersyukur dan menuntut ilmu. Jadilah remaja yang produktif, Tetap Gaul tapi Syar’i. Ok
 
http://duniamuslima.blogspot.com/2013/02/artikel-remaja-islam.html

Artikel tentang Remaja masa kini




 
Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena "tingginya" rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan "tidak", membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan "energi negatif" seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan "energi positif", yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata "kenakalan remaja" yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.
 

http://berbicara-info.blogspot.com/2012/12/artikel-tentang-remaja-masa-kini.html

Kamis, 08 Januari 2015

Tugas TIK Feby Sulistiyani

Angkatan 22 SMAN 106 Jakarta

X3

Festival Merah Putih

Festival Merah Putih XIIsos4

XIIsos4